Selasa, 30 Oktober 2012

Kepada Yang Tercinta


Nak, bunda bersyukur bisa memelukmu, merasakan kau hadir di tubuh bunda, biarpun hanya sebentar.
Nak, seandainya bunda diminta mendeskripsikan perasaan bunda saat itu, mungkin bunda hanya bisa mengulang kata-kata yang sama : bahagia, bahagia, bahagia
Terasa sekejap di saat itu, bunda bangun dengan bahagia dan beranjak tidur dalam senyuman

Tetapi engkau kemudian memutuskan untuk tak tinggal lama.
dan yang bisa bunda lakukan hanyalah menjeritkan pertanyaan, kenapa??
Malam itu bunda menangis nak, batin bunda dipenuhi kesedihan, rasanya seperti jantung bunda diambil dan diremas hingga denyutnyapun terasa menyakitkan di dada.
Bunda sudah terlanjur bahagia, bunda sudah bermimpi menggendongmu nak
dan bunda terpuruk dalam perasaan tidak rela yang menyayat hati

Untunglah ayahmu adalah orang yang mendamaikan, nak
Beliau selalu bisa mendamaikan hati bunda dengan usapan tangan dan bisikan lembutnya
Ayahmu bilang, kau mungkin memikirkan kondisi bunda yang kelelahan dan kau tidak mau memberatkan bunda, jadi kau memilih untuk pergi

Mungkin ayahmu benar nak, kau mungkin sangat menyayangi bunda sampai kau memutuskan pergi.
Allah mungkin begitu menyayangi kita bertiga sehingga membuat jalannya seperti ini
Bunda mengerti nak
Bunda Ikhlas

Dan semoga suatu saat nanti, kau memutuskan untuk pulang kembali ke buaian bunda.
Ketika itu terjadi, yang bisa bunda janjikan hanya satu : Kau akan dicintai
Karena itu, datanglah kapanpun, Kami, ayah dan bundamu akan mengusahakan segala upaya agar kau berbahagia dalam kehidupanmu dalam pelukan kami

Terimakasih sudah mau mampir biarpun cuma sebentar ya nak
Terimakasih sudah memberikan sepercik kebahagiaan dalam kesempatan untuk mengandungmu
Lekaslah pulang kembali nak

Salam sayang
Bundamu

PS : Ayah juga menitip doa dan peluk buatmu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar